Catatan Pengajian Guru Rasyid Ridha - Sabtu, 19 Juni 2021

Barang siapa yang menolong seseorang atas berbuat maksiat maka dia adalah menyekutui didalamnya berati dia sama.
Sudah berapa tahun kita menuntut ilmu agama mulailah dengan perlahan untuk memperbaiki diri kita

Ilmu yang dituntut itu bukan untuk diperlombakan. Disitulah niat yang perlu kita bujurkan. Hati ini tergantung kita apabila handak bagus dibujur akan. Tauhid itu membujur akan akidah kita. Fiqih membujur akan amaliyah kita.

Jika tidak karena guru, kita tidak mungkin seperti ini. Tanda ulama akhirat itu adalah:
1. Seorang ulama itu tidak memanfaatkan ilmu gasan mencari kenikmatan dunia, karena tidak dicaripun dunia ini akan datang aja. Apabaila kita lurus dengan apa yang kita tuntut, jangan lah dijual ilmu itu. Karena sama saja kita telah menjual akhirat kepada dunia. Karena itu adalah orang yang termasuk rugi
2. Ulama akhirat itu adalah meraka yang behimat menyisihkan waktunya untuk ilmu dan untuk mengajar semata mata mencari kebahagiaan dunia dan akhirat. Kebahagiaan dunia maksudnya adalah saat mengajar seperti berkumpulnya dimajelis ta'lim yang memberikan kemanfaatan untuk akhirat.
3. Fungsi ulama akhirat itu adalah ilmu yang diajarkan itu kembali kepada Rasulullah. Seberataan sumber dari ilmu yang sidin keluarkan itu dari Rasulullah

Murid adalah seseorang yang mencari keberuntangan diakhirat. Dalam hadist Rasulullah saw, jangan sampai menjadi halangan menuntut ilmu itu karena melihat seorang guru itu faqirun. Yang kita lihat bukan dari umurnya bukan dari sugihnya tapi yang kita cari ilmu manfaatnya
 
Ilmu agama dibawa menuju untuk akhirat. Ujar Rasulullah barang siapa orang itu menuntut ilmu agama tujuannya selain Allah maka neraka

Apabila menuntut ilmu itu akan mendapat hidayah. Malaikat itu bawahsannya menghamparkan sayapnya dan ikan yang dilaut itu memohon ampun kepada Allah. Jika berusaha untuk menuntut ilmu. Berjalan menuju ridho Allah dengan jalur menuntut ilmu agama.

Minta rela... 


Posting Komentar

0 Komentar