Catatan Pengajian Guru Rasyid Ridha - Rabu, 09 Juni 2021

Diberi oleh Allah nikmat yang berada didalam awak adalah lidah
Dilidah inilah kita kawa beucap lidah inilah manfaat dunia bisa menjadi manfaat akhirat seperti berdzikir dan beritighfar kepada Allah

Nikmat yang Allah beri kepada kita supaya tetap diantaranya mensyukuri apa yang diberi Allah. Kita seberataan apabila turun dari pengajian bila hadir kepengajian berniatlah minggu kena tulak pulang.  

Jangan sampai salah melangkah akan kaki. Karena anggota tubuh ini akan menjadi saksinya. Jaga muntung ini perbanyak sholawat dan beritighfar jangan dibawa kemaksiatan namun bawalah pada kebaikan.

Jangan sampai cinta kita ini tidak dibalas orang lain. Kalau kita meandak cinta yang salah akan mengecewakan kepada kita. Baik mencintai Allah dan Rasulullah yang mana balasannya akan mendapat syafaat dihari kiamat.

Jangan kita memilih dunia ketimbang diakhirat. Dunia dan seisinya dilaknat Allah kecuali 2 orang yang belajar dan orang yang melajari

Sampai kemati kita tetap menjadi murid
Kita ini disuruh menjaga lidah dari menguya urang. Hidup beiman mati beiman. Salah itu wajar tapi sebagus bagusnya orang yang membuat kesalahan adalah mengakui kesalahannya

Apabila melihat sesuatu harus didasari dengan sangka baik. Urang yang bagus sorang yang kada bagus. Sewaktu orang memamerkan bajunya,makanan,perkumpulannya yang salah siapa?sorang,yang riya siapa sorang. Orang yang baik sorang yang kada baik

Jangan sampai kita meurusi aib dan urusan urang. Maka jangan sampai membuka aib orang apa lagi aib auliya auliya Allah. Kalau sudah berbicara wali bukan lagi urusannya, karena wali ini beisi warisannya Rasulullah tak bisa lagi dilihat dengan nalar. Jangan sampai kita ikut mencampuri urusan wali.

Kita seberataan disuruh lawan kita, menyebut kebaikan kebaikan orang yang sudah meninggal dunia. Jika orang itu bersaksi dan baik maka baiklah orang itu

Jangan memeriksa aib manusia
Seandainga kalau kita ini beisi waktu melihati dan memeriksa aib kita insyaallah kadada waktu memeriksa dan menyambati aib urang. Aib kita ini banyak, karena kita kada sempurna.

Minta rela... 


Posting Komentar

0 Komentar