Ketahui oleh mu orang yang menginginkan keberuntungan akhirat, orang yang menuntut ilmu itu ada 3 perkara yaitu:
1. Seseorang yang menuntut ilmu agama karena jadi ilmunya hanya untuk negri akhirat merekalah yang mendapatkan kemenangan didunia dan diakhirat.
2. Seseorang yang menuntut ilmu agama karena monolong untuk kehidupan didunia dan mendapat kemuliaan dan kemegahan.
Selalu kita bertaqwa kepada Allah, Allah yang meulah manusia beuntung atau kada, berapa banyak orang yang beisi title hidupnya susah, berapa banyak orang biasa aja tapi bisa menjadi sukses. Modal yakin ini luar biasa. Kita beusaha ini harus optimis, Ujar Allah aku terserah dengan prasangka hambaku saja.
Orang yang hendak mencari ilmu agamanya untuk bekal akhirat dan perlu kita ketahui carilah ilmu yang bisa menuju akhirat. Untuk menyiap akan gasan bekal kita waktu hari kiamat.
Kadang kadang niat nih bisa tehalang tebujur itulah hati, hati ini bisa berbolak balik. Mudahan di istiqomahkan dalam menuntut ilmu siapakah gurunya dimana kah tempatnya asal Ahlussunnah Wal Jama'ah.
Bujur akan niat kita, dorong lah anak supaya beilmu agama. Tanam akan dengan anak itu yang penting beilmu agama. Dan ambil oleh kamu bekal akhirat, carilah bekal yang terbaik.
Apabila orang itu menunut ilmu dengan tujuan untuk akhirat akan mendapat kemenangan dingeri dunia dan akhirat.
Mun dasar rezeki kita kada temakan.
Amun urang itu dasar kada pintar masih bisa mendapatkan keberkahan. Berkah itu apa gerang? Betambah tambahnya keberkahan itu. Untuk beparak dengan Tuhan.
Jangan tapi meherani panderan urang yang tidak sejalur lawan kita. Apabila kita menuntut ilmu agama adalah tujuan akhirat. Akan mendapatkan dunia dan akhirat. Jangan takutan, kuatkan lah i'tikad kita.
Hidup ini bila kada kawa meatur waktu, waktu lah yang mengatur kita. Kesuksesan itu tidak bisa didapat seperti membalik telapak tangan harus dengan belajar dan belajar. Kejarlah akhirat dunia ini akan mengalir aja.
Kita saat ini bepikir aja sudah urang memadahkan menuntut ilmu agama itu kada behasil ya kadapapa asal kita beilmu agama tahani haja, hidup nih kada lawas. Maka umur ini kada kawa dibuliki berapa banya orang yang menyesal kada kawa sekolah pesantren.
Kadapapa kada beduit tapi beilmu,
dari pada beduit tapi menyedihkan sehingga meulah hati gelisah.
Minta rela...
0 Komentar