Catatan Pengajian Guru Rasyid Ridha - Sabtu, 17 Juli 2021

 Membicarakan tentang masalah perkataan bagi orang yang menuntut ilmu itu ada 3 perkara yaitu,
1. Menuntut ilmu itu karena jadi ilmu nya itu gasan bekal akhirat bujur bujur niatnya gasan akhirat, yang asalnya kada tahu menjadi tahu
2. Seseorang yang menuntut ilmu karena menolong akan kehidupannya didalam dunia ini dan karena mendapatkan kemewahan dan kemegahan didunia ini, maka jahat lah dia, apabila dia mati belum sempat bertaubat maka akan mendapatkan siksaan dari Allah. Inilah ilmu yang digunakan gasan dunia. Maka jika taubat mereka itu dahulu daripada matinya yang langsung mengamalkan ilmunya, maka dia termasuk orang yang mendapatkan kemenangan didunia dan diakhirat

Ujar Habib Abdullah menasehati dengan murid sidin wahai muridku janganlah menukarkan ilmu yang diwadah ikam dengan dunia yang hina ini.

Ujar Imam Ghazali tantangan bagi seorang yang beilmu agama ada di dunia, itu semua akan diuji nantinya. Kenapa jadi menuntut ilmu agama? Karena Allah memuliakan seseorang itu dengan ilmu agama, karena ilmu agama itulah yang mulia.

Kemuliaan itu bukan datang dari kepintaran, amun urang memusuhi dengan  keluarga Rasulullah balum meninggal lagi, maka akan di azab oleh Allah

Ujar Imam Ghozoli semua jalan tertutup menuju Allah kecuali orang yang menggawi sunnah-sunnah Rasulullah

Membarasihi hati ini dimajelis-majelis ilmu. Kita harus bujur bujur ikhlas, amun dasar lain rezeki kita kadapapa. Kita nih kada usah minta upah di dunia, meminta upah diakhirat haja kena.

Bagi yang rancak sakit hati itu, karena kada meyakini sifat 20 Allah. Jangan besakit hati, jangan pehirian, rezeki kita sudah terbagi dan diatur. Apapun profesi kira bersihilah hati kita

Ujar Alm Abah Haji, Ilmu yang bermanfaat kada mehual lawan urang dan kada mehual lawan Allah

Orang yang baik, sorang yang kada baik. Jangan umpatan masalah yang memang kita tidak perlu mencampuri dengan masalah itu. Yang harus kita pikirkan adalah bagaimana perihal ibadah kita dan amal sholeh kita. Amun urang itu Qona'ah bahagia tarus, kada mau inya sedih dan orang yang rakus itu adalah gila.

Kita kada boleh menilai orang itu jahat, tapi kita lah yang jahat. Kita jangan memkasa orang untuk mengerti dengan kita. Namun kita yang harus umpat dengan pikiran orang itu. Apabila melihat seseorang nilai bahwa orang itu baik tarus.

Kita menuntut ilmu ini gasan apa gerang? semewah mewahnya dunia, belum mewah lagi kaina disurga itulah kemewahan yang sebenarnya. Kita nih berpikir kiapa caranya Allah selalu memandang kita sehingga membuat kita sulit untuk berbuat kemaksiatan.

Sahal bin Abdullah Al-Tustari sering mengamalkan dengan mengucapakan sambil merasakan, Bahwa Allah senantiasa bersama ku, Allah senantiasa memandang ku, Allah senantiasa menyaksikan ku. 3 kali sebelum tidua agar membuat hati kita takut untuk berbuat kejahatan/kemaksiatan.

Setiap orang pasti beisi salah, sebaik-baiknya orang yang beisi salah adalah orang yang bertaubat kepada Allah.
Tuhan ketuju mendengar rintihan dengan dosanya.

Minta rela...

 

Posting Komentar

0 Komentar