Catatan Pengajian Ustadz H. Ilham Humaidi - Senin, 02 Agustus 2021

Berkata Guru Mulia Habib Umar Bin Hafidz:
Setengah daripada akhalq kita kepada Allah yang ke-6, yaitu bertawakal hanya kepada Allah dalam segala urusan apapun

Artinya berserah kepada Allah, yang dimaksud tawakal disini adalah yaitu menyerahkan seberataan urusan itu hanya kepada Allah. Percaya dengan apa yang diputuskan oleh Allah dengan cara memandang kepada apa aja yang disuruh Allah.

Tawakal disini bukan berati meninggalkan sebab dan gawian. Akan tetapi orang yang bertawakal inya tetap menggawi sebab dan menggawi usaha itulah yang dimaksud dengan tawakal. Oleh karena itu orang yang bertawakal kepada Allah maka semua keperluannya akan dicukupkan oleh Allah. Tawakal berpegang teguh kepada Allah menyerahkan berataan hasil akhir itu dengan Allah

Maka dari itu siapa yang bujur bujur bertawakal kepada Allah. Maka Allah berikan kecukupan baginya, dan Allah berikan apapun yang dia inginkan, dan Allah memberikan kecukupan keperluan terhadap dirinya

Sebagaimana Allah berfirman didalam Al-Qur'an, siapa aja yang bujur bujur bertawakal kepada Allah. Maka Allah yang mencukupkannya, maka Allah yang akan menjamin hidupnya, maka Allah yang akan memenuhi segala keperluannya.

Maka dari itu tawakal yang ada didalam hati seseorang ketika dia berserah diri kepada Allah, ketika ia menyerahkan semua hasil akhir kepada Allah. Seberataan itu menjadi lahir sebuah kesungguhan daripada ke tauhid nya didalam dirinya dan hatinya dari pengenalannya kepada Allah

Karena orang tersebut mengenal kepada Allah, karena ilmu tauhid yang ada didalam hatinya sudah menjadi menguwasai hatinya maka timbulah yaitu sifat tawakal

Tidak ada pilihan bagi orang yang beriman
Melainkan bertawakal. Hanya kepada Allah lah orang beriman itu bertawakal
Allah mencintai orang yang bertawakal

Orang yang benar benar bertawakal bukan berati disana, tidak mengerjakan sebab dan tidak mengerjakan penyebab apa yang dia dapatkan daripada pekerjaan akan tetapi orang yang bertawakal adalah bekerja

Seperti Sayyidina Ali bin Abi Thalib yang mengatakan kepada Sayyidah Fatimah tidak akan sempurna keimanan seseorang sampai dia lebih percaya dengan janji Allah ketimbang apa yang ada didalam kepemilikannya. Janji Allah apa? 1 dibalas 10. Sedangkan didalam kepemilikannya, hanya 6 dirham. Tapi Sayyidina Ali meminta kepada Sayyidah Fatimah, meminta untuk mengeluarkan seluruh hartanya, diserahkan kepada yang faqir dan miskin. Maka Sayyidah Fatimah adalah orang yang terdidik orang yang mempunyai pengetahuan agama di didik oleh Nabi Muhammad tidak melawan kepada suami maka beliau mengeluarkan seluruh uangnya padahal dia perlu. Tapi lihat keimanan seseorang kepada Firman Allah dan bertawakal kepada Allah.

Bertawakal bukan berati tidak berusaha. Sayyidina Ali berusaha dengan cara bersedakah. Sayyidina Ali mengajarkan kepada Sayyidah Fatimah jangan bimbang dan ragu dalam beramal

Sekarang kita terkadang lebih merasa nyaman, merasa aman, lebih percaya dengan kepemilikan kita, uang yang ada disaku kita, uang yang ada di lemari kita, uang yang ada ditabungan kita, uang yang didalam rekening kita. Ketimbang dengan janji Allah, yang mengatakan 1 dibalas 10

Dasar dari pondasi orang benar benar bertawakal adalah Bahwasannya pengenalan hatinya, bahwa semua urusan itu ada didalam kekuasaan Allah. Baik yang memberikan manfaat ataupun marabahaya. Seandainya makhluk semuanya berkumpul  untuk mendatangkan manfaat kepada kita, tidak akan pernah sampai manfaat dan pertolongan itu kepada kita melainkan apa yang telah ditulis oleh Allah. Dari karena itu sebaliknya semuanya berkumpul untuk membahayakan kita melainkan telah ditulis oleh Allah. Bahwasannya semua yang terjadi atas izinnya Allah

Apakah orang yang menabung buat anak, atau orang yang berobat dari sakit. Itu semua tidak mengotori makna daripada tawakal. Selama orang tersebut mengetahui, yang memberikan kekayaan, manfaat, dan memberikan mudhorot adalah Allah

Rasulullah pernah ditanya,
Karena dihari kiamat ada umat Nabi Muhammad yang terbagi menjadi 3 bagian, Diantaranya ada sepertiga yang masuk surga tanpa hisab, sebanyak 70.000. Siapa mereka Ya Rasul? Adalah mereka yang benar benar bertawakal kepada Allah.

Malikil bin Anas imam Darul Hijrah, memakai cincin yang bertuliskan Hasbunallah Wani'mal Wakil. Maka beliau ditanya kenapa memilih ayat tersebut padahal ayat yang di Al-Qur'an masih banyak. Beliau menjawab karena saya mengetahui tidak ada ayat sambungan dari pada Hasbunallah Wani'mal Wakil tersebut didalam Al-Qur'an melainkan bahwasanya jawaban orang yang benar benar bertawakal kepada Allah melainkan apapun yang ada didalam urusannya apa yang dia hadapi berubah menjadi sebuah nikmat dan karunia yang tidak ada kebinasaan setelah itu. Mereka mengikuti dengan apa yang di ridhoi oleh Allah. Artinya beliau mengajarkan tiap yang dihadapi akan menjadi baik dan bagus

Hasbunallah Wani'mal Wakil bagus dibaca setiap hari pagi dan sore 70 kali.

Diceritakan Al Imam Ibnul bin Ghanim, beliau mengatakan bertawakal kepada Allah, menyerahkan hasil kepada Allah. Salah satu sifat yang mampu untuk mendapatkan apa yang dia inginkan. Jadi bila ingin kabul hajat bertawakal lah kepada Allah. Dengan tawakal itulah menolak dan menghindarkan dari bala dan musibah. Siapa yang memungkiri untuk mengerjakan sebab maka tawakalnya masih belum benar. Akan tetapi kesempurnaan tawakal tersebut adalah tidak meninggalkan sebab dan tidak mengandalkan sebab. Begawi silahkan tapi jangan ada yang mengandalkan gawian tetap mengandalkan Allah. Sehingga hatinya tersebut tidak terkoneksi dengan sebab. Tapi hatinya terkoneksi kepada yang menyebabkan sebab, yaitu Allah

Sayyidina Ali bin Abi Thalib mengatakan, bahwasannya berdirinya islam itu dengan 4 tiang yaitu,
1. Yakin
2. Adil
3. Sabar
4. Jihad

Ditanya sebagian para ulama tentang perbadaan yakin dan tawakal itu apa? Dijawab bahwa engkau membenarkan, mempercayai apa yang disyariatkan oleh Allah dengan seluruh sebab-sebab yang mengantarkan kita kepada keselamatan negeri akhirat. Semua yang diperintahkan oleh Allah dan yang di sunah kan oleh Nabi Muhammad, itu semua mengantarkan kita kepada kebahagiaan negri akhirat. Sedangkan tawakal, kita benarkan semua apa yang dikehendki oleh Allah terhadap sebab-sebab yang terjadi di dunia. Seberataan yang dialam semesta ini semua panahnya hanya kepada Allah.

Kata Imam Haddad, Jangan banyak sedih dengan apa yang terjadi.  Karena yang sudah ditakdirkan pasti akan terjadi.

Orang yang bujur-bujur betawakal ada 3 cirinya yaitu,
1. Tidak ada yang dikhawatirkan dan ditakuti kecuali Allah. Sehingga bisa dilihat dari ucapannya yang keluar kecuali sesuatu yang kebenaran
2. Tidak ada sedikit pun masalah pusing memikirkan rezeki, karena semuanya sudah dijamin oleh Allah
3. Sedikit pun hatinya tidak takut terhadap apa yang akan menimpanya dan hatinya sudah bujur yakin, karena semuanya pasti akan terjadi.

Kata Rasulullah apabila dia benar benar bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah, murni tulus dari hatinya maka mereka mendapatkan hadiah diharamkan dari neraka apabila mereka berserah dan bertawakal kepada Allah.
Minta rela... (Rabiatul)
 
-----
 
-Berkata guru mulia Al Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz. Setengah dari pada akhlak kita kepada Allah yaitu adalah yaitu bertawakal hanya kepada Allah Swt dalam segala urusan apapun artinya berserah kepada Allah. yang dimaksud tawakal disini adalah yaitu menyerah akan seberataan urusan itu hanya kepada Allah dan percaya dengan apa yang diputuskan oleh Allah Swt dengan cara memandang kepada apa haja yang disuruh oleh Allah Swt.

-Jadi tawakal disini bukan berarti meninggalkan sebab bukan berarti meninggalkan gawian akan tetapi orang yang bertawakal inya tetap menggawi sebab inya tetap berusaha dan itulah yang dimaksud dengan tawakal.
-Dari karna itu orang yang bertawakal kepada Allah Swt maka segala keperluannya akan dicukupkan oleh Allah. Tawakal berpegang teguh kepada Allah menyerahkan berataan hasil akhir lawan Allah.

-Siapa orang yang bujur bujur bertawakal kepada Allah maka Allah akan berikan kecukupan baginya dan Allah berikan apapun yang ia inginkan dan Allah memberikan keculupan terhadap keperluan hidupnya.

-Sebagaimana Allah berfirmah didalam Al Qur’an, Siapa saja yang bujur bujur bertawakal kepada Allah maka Allah akan mencukupkan nya maka Allah yang menjamin hidupnya maka Allah yng akan memenuhi segala keperluannya. Karna itu tawakal yang ada didalam hati seseorang ketika inya berserah diri kepada Allah itu seberataan adalah timbul ataupun terlahir dari buah kesungguhan dari pada ketauhitan nya didalam dirinya dan didalam hatinya dari pada pengenalanya kepada Allah Swt dari pada orang tersebut mengenal dari pada Allah dan dari karna ilmu tauhid yang ada didalam hatinya tersebut sudah menjadi yaitu menguasai akan hatinya maka timbul lah disana yaitu sifat tawakal.

-Bahwasanya orang yang bertawakal timbul dan lahir dari buah kesungguhan dari pada dan kekuatan pengesaan nya kepada Allah Swt dan hatinya tersebut dikuasai dengan pengenalan kepada Allah Swt sehingga maka timbulah sifat tawakal.

-Dan dasar dari tawakal ini adalah pengenalan hati bahwa dasar dari orang yang benar benar bertawakal dasar pondasi dari pada tawakal pondasi dari orang yang mempunyai sifat tawakal kepada Allah yaitu, bahwasanya pengenalan hatinya semua iyu ada didalam kekuasaan Allah. Jadi apabila handak kabul hajat tawakal kepada Allah dan dengan tawakal itulah menolak dari pada macam bahaya dan musibah.

-Orang yang bujur bujur bertawakal itu ada 3
1.Tidak ada yang inya harap didirinya yang ia takuti kecuali Allah
2.Tidak ada sedikitpun masuk didalam hatinya masalah pusing dengan rezeki karna sudah dijamin oleh Allah.
3.Sedikitpun dihatinya tidak akan pernah takut apa aja yang menimpanya dan bahwasanya hatinya sudah bujur yakin apa haja yang menimpa nya apa haja yang kada menimpa kada harapan terjadi kewadah inya dan apa aja yang menimpa pasti terjadi. 
Minta rela... (Ld)
 
 

Posting Komentar

0 Komentar