-Sedikit membaca yaitu risalah yang ditulis guru mulia Al Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz yaitu khuluquna akhlak kita risalah nya halus aja tetapi makna yang ada didalam nya sangat luar biasa. Jadi beliau menulis risalah khuluquna ini yaitu bahwasanya dibagi menjadi 3 bagian yang pertama akhlak kita kepada Allah yang kedua akhlak kita kepada hamba hamba Allah yang ketia akhlak kita kepada diri sendiri.
-Dan ketahuilah jangan dikira ilmu itu mendatangkan manfaat kalo tidak disertai dengan akhlak kalo hanya sekedar ilmu tanpa akhlak antara kita kepada Allah ataupun kepada hamba hamba Allah maka tidak bermanfaat dan juka Allah swt menganugerah kan kepada kita seseorang itu akhlak yang baik maka Allah telah memilih kita dari orang orang yang terpilih.
-Dan nabi kita muhammad saw beliau dipuji didalam Al Qur’an dengan tingginya akhlak dan budi pekerti beliau sehingga Allah berfirman didalam Al Qur’an, engkau wahai muhammad adalah orang yang mempunyai akhlak yang sangat luar biasa nabi kita muhammad diutud kepermukaan bumi ini pun umtuk menyempurnakan akhlak yang baik sehingga beliau sendiri mengatakan hanya saja aku diutus kepermukaan bumi ini diangkat menjadi nabi dan rasul hanya untuk menyempurnakan akhlak yang mulia maka beruntung orang yang dipilih Allah swt untuk mempunyai akhlak.
-Sehingga hadiah terbesar hadiah yang sangat luar biasa dari baginda rasulullah saw bagi orang yang mempunyai akhlak sebagaimana beliau mengatakan orang yang paling dekat nantinya denganku dihari kiamat kata nabi bukanlah orang yang tinggi pangkat nya selama didunia orang yang paling dekat denganku kata nabi bukanlah orang yang paling tampan atau cantik dan orang yang paling dekat denganku nanti dihari kiamat bukanlah orang yang mempunyai banyak penghargaan dan orang yang paling dekat denganku nantinya dihari kiamat bukanlah orang yang berkulitkan putih atau hitam tapi disini nabi mengatakan orang yang paling dekat denganku dihari kiamat nanti orang yang paling banyak bersholawat dalam suatu riwayat adalah orang yang paling bagus akhlaknya baik itu akhlak kita kepada Allah baik akhlak kita dengan hamba hamba Allah ataupun kepada diri sendiri.
-Kita tidak mampuu untuk membahagiakan orang lain tidak bisa kita membuat orang lain senang dengan kita dengan karna uang akan tetapi kata rasul kita bisa membuat orang lain simpati dengan kita dengan akhlak kita dan seseorang itu tergantung nilainya tergantung akhlaknya bukan tergantung wajahnya bukan tergantung penampilannya bukan tergantung apa yang dia pakai bukan tergantung keturunan siapa tapi seseorang itu dipuji karna akhlaknya.
-Akhlak kita kepada Allah swt ujar habib Umar bin Hafidz kita harus selalu merasa diawasi oleh Allah swt dan kita harus selaluu meras didalam pandangan Allah dalam segala keadaan kita baik diluar ataupun didalam baik ketika kita bersama orang banyak ataupun kita sendirian baik ketika kita dalam keadaan suka maupun duka baik ketika dalam ada masalah ataupun tidak ada masalah.
-Terkadang kita lalai dalam mensyukuri nikmat yang Allah berikan kepada kita sehingga Allah swt sangat sayang kepada kita Allah sadarkan kita melalui orang orang yang hiri dengan kita agar kita sadar bahwa ada nikmat yang masih belum kita syukuri sehingga orang lain menginginkan nikmay tersebut untuk dia miliki setiap orang yang punya nikmat pasti ada yang mehirii setiap orang yang mendapatkan nikmat pasti ada aja orang yang hiri dan orang yang hiri dengan orang lain hidupnya tidak karuan alhasil orang yang memiliki sifat hasad hidupnya tidak akan tenang hidupnya selalu diliputi dengan kesedihan.
-Jangan behiri pasti akan sakit hati dan guru guru kita seberataan kdada melajari untuk behiri lawan orang lain kecuali hiri yang memang disana disuruh oleh agama dan tidak dipermasalahkan oleh syariat kita contoh sebagaimana rasul mengatakan tidak diperbolehkan kita ini kepada orang lain kecuali dengan 2 perkara yang pertama melihat orang yang dianugerahkan oleh Allah swt sangat pintar membaca Al Qur’an dan dihabiskan siang dan malamnya dalam membaca Al Qur’an.
-Sinarilah rumah kita dengan membaca Al Qur’an.
-Dan ketahuilah jangan dikira ilmu itu mendatangkan manfaat kalo tidak disertai dengan akhlak kalo hanya sekedar ilmu tanpa akhlak antara kita kepada Allah ataupun kepada hamba hamba Allah maka tidak bermanfaat dan juka Allah swt menganugerah kan kepada kita seseorang itu akhlak yang baik maka Allah telah memilih kita dari orang orang yang terpilih.
-Dan nabi kita muhammad saw beliau dipuji didalam Al Qur’an dengan tingginya akhlak dan budi pekerti beliau sehingga Allah berfirman didalam Al Qur’an, engkau wahai muhammad adalah orang yang mempunyai akhlak yang sangat luar biasa nabi kita muhammad diutud kepermukaan bumi ini pun umtuk menyempurnakan akhlak yang baik sehingga beliau sendiri mengatakan hanya saja aku diutus kepermukaan bumi ini diangkat menjadi nabi dan rasul hanya untuk menyempurnakan akhlak yang mulia maka beruntung orang yang dipilih Allah swt untuk mempunyai akhlak.
-Sehingga hadiah terbesar hadiah yang sangat luar biasa dari baginda rasulullah saw bagi orang yang mempunyai akhlak sebagaimana beliau mengatakan orang yang paling dekat nantinya denganku dihari kiamat kata nabi bukanlah orang yang tinggi pangkat nya selama didunia orang yang paling dekat denganku kata nabi bukanlah orang yang paling tampan atau cantik dan orang yang paling dekat denganku nanti dihari kiamat bukanlah orang yang mempunyai banyak penghargaan dan orang yang paling dekat denganku nantinya dihari kiamat bukanlah orang yang berkulitkan putih atau hitam tapi disini nabi mengatakan orang yang paling dekat denganku dihari kiamat nanti orang yang paling banyak bersholawat dalam suatu riwayat adalah orang yang paling bagus akhlaknya baik itu akhlak kita kepada Allah baik akhlak kita dengan hamba hamba Allah ataupun kepada diri sendiri.
-Kita tidak mampuu untuk membahagiakan orang lain tidak bisa kita membuat orang lain senang dengan kita dengan karna uang akan tetapi kata rasul kita bisa membuat orang lain simpati dengan kita dengan akhlak kita dan seseorang itu tergantung nilainya tergantung akhlaknya bukan tergantung wajahnya bukan tergantung penampilannya bukan tergantung apa yang dia pakai bukan tergantung keturunan siapa tapi seseorang itu dipuji karna akhlaknya.
-Akhlak kita kepada Allah swt ujar habib Umar bin Hafidz kita harus selalu merasa diawasi oleh Allah swt dan kita harus selaluu meras didalam pandangan Allah dalam segala keadaan kita baik diluar ataupun didalam baik ketika kita bersama orang banyak ataupun kita sendirian baik ketika kita dalam keadaan suka maupun duka baik ketika dalam ada masalah ataupun tidak ada masalah.
-Terkadang kita lalai dalam mensyukuri nikmat yang Allah berikan kepada kita sehingga Allah swt sangat sayang kepada kita Allah sadarkan kita melalui orang orang yang hiri dengan kita agar kita sadar bahwa ada nikmat yang masih belum kita syukuri sehingga orang lain menginginkan nikmay tersebut untuk dia miliki setiap orang yang punya nikmat pasti ada yang mehirii setiap orang yang mendapatkan nikmat pasti ada aja orang yang hiri dan orang yang hiri dengan orang lain hidupnya tidak karuan alhasil orang yang memiliki sifat hasad hidupnya tidak akan tenang hidupnya selalu diliputi dengan kesedihan.
-Jangan behiri pasti akan sakit hati dan guru guru kita seberataan kdada melajari untuk behiri lawan orang lain kecuali hiri yang memang disana disuruh oleh agama dan tidak dipermasalahkan oleh syariat kita contoh sebagaimana rasul mengatakan tidak diperbolehkan kita ini kepada orang lain kecuali dengan 2 perkara yang pertama melihat orang yang dianugerahkan oleh Allah swt sangat pintar membaca Al Qur’an dan dihabiskan siang dan malamnya dalam membaca Al Qur’an.
-Sinarilah rumah kita dengan membaca Al Qur’an.
Minta rela... (Lda)
-----
Berkata Habib Umar bin Hafidz didalam kitab, dibagi dalam 3 bagian; akhlaq kita kepada Allah, akhlaq kepada hamba Allah ketiga akhlaq terhadap diri sendiri
Dan ketahuilah jangan dikira ilmu itu mendatangkan manfaat kalau tidak disertai dengan akhlaq. Kalau sekedar ilmu tanpa akhlaq ilmu tidak akak menjadi
bermanfaat. Jika Allah meanugerahkan kepada seseorang akhlaq yang baik maka Allah telah memilih kita dari orang-orang yang terpilih.
Rasulullah dipuji dalam Al-Qur'an karena tingginya akhlaq dan budi pekerti beliau. Nabi Muhammad mempunyai akhlaq yang luar biasa. Sehingga Nabi Muhammad beliau diutus kepermukaan bumi untuk menyempurnakan akhaq yang mulia.
Sehingga hadiah terbesar dari Rasulullah bagi orang yag memempunyai akhlaq.
Beliau mengatakan, orang yang paling dekat dengan aku dikelak hari kiamat adalah bukan orang yang tinggi pangkatnya, bukan yang banyak penghargaan, bukan yang banyak tampan dan cantik, bukan yang berkulit putih atau hitam, Dan kedekatan dihari kiamat kepada Nabi Muhammad itu dicari. Kata Nabi Muhammad orang yang paling dekat dengan ku adalah orang yang sering bersholawat. Didalam satu riwayat adalah orang yang bagus akhlaqnya. Baik akhlaq kita kepada Allah, kepada hamba Allah dan akhlaq terhadap diri kita sendiri.
Dan kita tidak bisa mampu membuat bahagia orang lain. Tidak bisa membuat orang lain senang kepada kita dengan uang. Akan tetapi kata Rasul, Kita bisa membuat orang lain simpati dengan kita akhlaq. Dan seseorang itu nilainya tergantung dengan akhlaqnya. Bukan karena wajahnya, penampilannya, dan keturunannya akan tetapi dipuji karena akhlak.
-Pertama akhlaq kita kepada Allah,
Kata Habib Umar, kita harus selalu merasa diawasi selalu oleh Allah, kita harus merasa dalam pandangan Allah didalam segala keadaan apapun. Orang apabila merasa senantiasa dipandang oleh Allah, maka tidak akan pernah timbul perbuatan atau perkataan, tingkah laku yang tidak diridhoi oleh Allah.
Terkadang kita lalai mensyukuri dari nikmat apa yang Allah berikan ada didalam diri kita. Sehingga Allah sangat sayangnya kepada kita, Allah sadarkan kita melalui orang-orang yang hiri dengan kita agar kita sadar bahwa ada nikmat yang belum kita syukuri, sehingga orang lain mengingingkan nikmat tersebut untuk dimiliki.
Setiap orang yang punya nikmat pasti ada yang hiri. Jangan behiri kepada orang lain, kecuali hiri yang disuruh oleh didalam agama dan tidak di permasalahkan oleh sya'riat kita. Rasulullah mengatakan, jangan kalian berhiri kepada orang lain kecuali diantara 2 perkara ini diantaranya,
- Pertama orang yang pintar membaca Al-Qur'an dan dihabiskan waktunya pagi dan malamnya membaca Al-Qur'an. Jangan handak bepadah sugih amun belum bisa membaca Al-Qur'an. Sinari rumah kita dengan membaca Al-Qur'an.
Tidak ada kata terlambat dalam kebaikan. Lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali. Tanamkan dan niatkan mulai sekarang merasa di awasi anggapannya seperti kita di pantau CCTV atau liput di TV dengan merasa diawasi oleh Allah dengan itu akan merasa ingat tarus dalam melakukan hal apa pun serta tidak akan pernah melakukan akan sebuah kemaksiatan. Kenapa jadi ada kejahatan dan dosa karena akhlaq kita kepada Allah tidak ada.
Pernah seseorang bertanya kepada Ibrahim bin Adham, bagaimana agar aku tidak kecanduan pada kemaksiatan tapi kecanduan dengan ibadah, Ibrahim bin Adham mengatakan laksankan 5 perkara ini diantaranya, apabila ikam handak berbuat maksiat silahkan tapi cari tempat yang luput dari pandangan Allah. Kalau lah engkau sadar tidak ada pandangan yang luput dari Allah, pantaskah engkau untuk berbuat kemaksiatan.
Kata Habib Umar, Seakan akan kita menyaksikan Allah. Allah yang selalu melihat kita. Kata Sayyidina Ali, bahwasannya cepat atau lambat dunia akan meninggalkan kita. Kalau dunia tidak meninggalkan kita, kitalah yang akan meninggalkan dunia. Yang kita cari adalah akhirat, setiap dunia dan akhirat pasti ada anak anaknya. Jadilah kalian sebagai anak anak menginginkan akhirat.
Amun secara dzhohir kita mengahdapi manusia namun pada hakikatnya merasa dilihat/dipandang oleh Allah. Jadi merasa kada wani lagi handak bedusta atau menghibah orang lain.
Rukun agama ada 3;
Pertama, Islam ada 5; Syahadat, sholat, puasa, zakat, naik haji
Kedua, Iman 6; Beriman kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-kitab yang diturunkan, Nabi&Rasul, hari akhir, keputusan dan ketetapan Allah (qada dan qadar)
Ketiga, Ihsan 1; Engkau beribadah kepada Allah seakan-akan melihat Allah. Jika engkau tidak mampu untuk menerapkan seakan engkau melihat Allah maka merasa lah bahwa Allah yang melihat kita.
Kita harus ikhlas dalam berbuat hanya karena Allah baik secara dzohir atau batin. Apa itu ikhlas memfokuskan tujuan karena Allah. Bagi penuntut ilmu yang tujuannya karena Allah dan negri akhirat maka akan mendapatkan kemuliaan, namun apabila tujuannya selain daripada Allah dan negri akhirat dan ada kepentingan pribadi, maka dia tidak akan mencium bau surga dan dilemparkan keneraka. Ikhlas adalah ruh nya ibadah. Ibadah tidak ada nilainya disi Allah kalau tidak disertai dengan keikhlasan.
Dan ketahuilah jangan dikira ilmu itu mendatangkan manfaat kalau tidak disertai dengan akhlaq. Kalau sekedar ilmu tanpa akhlaq ilmu tidak akak menjadi
bermanfaat. Jika Allah meanugerahkan kepada seseorang akhlaq yang baik maka Allah telah memilih kita dari orang-orang yang terpilih.
Rasulullah dipuji dalam Al-Qur'an karena tingginya akhlaq dan budi pekerti beliau. Nabi Muhammad mempunyai akhlaq yang luar biasa. Sehingga Nabi Muhammad beliau diutus kepermukaan bumi untuk menyempurnakan akhaq yang mulia.
Sehingga hadiah terbesar dari Rasulullah bagi orang yag memempunyai akhlaq.
Beliau mengatakan, orang yang paling dekat dengan aku dikelak hari kiamat adalah bukan orang yang tinggi pangkatnya, bukan yang banyak penghargaan, bukan yang banyak tampan dan cantik, bukan yang berkulit putih atau hitam, Dan kedekatan dihari kiamat kepada Nabi Muhammad itu dicari. Kata Nabi Muhammad orang yang paling dekat dengan ku adalah orang yang sering bersholawat. Didalam satu riwayat adalah orang yang bagus akhlaqnya. Baik akhlaq kita kepada Allah, kepada hamba Allah dan akhlaq terhadap diri kita sendiri.
Dan kita tidak bisa mampu membuat bahagia orang lain. Tidak bisa membuat orang lain senang kepada kita dengan uang. Akan tetapi kata Rasul, Kita bisa membuat orang lain simpati dengan kita akhlaq. Dan seseorang itu nilainya tergantung dengan akhlaqnya. Bukan karena wajahnya, penampilannya, dan keturunannya akan tetapi dipuji karena akhlak.
-Pertama akhlaq kita kepada Allah,
Kata Habib Umar, kita harus selalu merasa diawasi selalu oleh Allah, kita harus merasa dalam pandangan Allah didalam segala keadaan apapun. Orang apabila merasa senantiasa dipandang oleh Allah, maka tidak akan pernah timbul perbuatan atau perkataan, tingkah laku yang tidak diridhoi oleh Allah.
Terkadang kita lalai mensyukuri dari nikmat apa yang Allah berikan ada didalam diri kita. Sehingga Allah sangat sayangnya kepada kita, Allah sadarkan kita melalui orang-orang yang hiri dengan kita agar kita sadar bahwa ada nikmat yang belum kita syukuri, sehingga orang lain mengingingkan nikmat tersebut untuk dimiliki.
Setiap orang yang punya nikmat pasti ada yang hiri. Jangan behiri kepada orang lain, kecuali hiri yang disuruh oleh didalam agama dan tidak di permasalahkan oleh sya'riat kita. Rasulullah mengatakan, jangan kalian berhiri kepada orang lain kecuali diantara 2 perkara ini diantaranya,
- Pertama orang yang pintar membaca Al-Qur'an dan dihabiskan waktunya pagi dan malamnya membaca Al-Qur'an. Jangan handak bepadah sugih amun belum bisa membaca Al-Qur'an. Sinari rumah kita dengan membaca Al-Qur'an.
Tidak ada kata terlambat dalam kebaikan. Lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali. Tanamkan dan niatkan mulai sekarang merasa di awasi anggapannya seperti kita di pantau CCTV atau liput di TV dengan merasa diawasi oleh Allah dengan itu akan merasa ingat tarus dalam melakukan hal apa pun serta tidak akan pernah melakukan akan sebuah kemaksiatan. Kenapa jadi ada kejahatan dan dosa karena akhlaq kita kepada Allah tidak ada.
Pernah seseorang bertanya kepada Ibrahim bin Adham, bagaimana agar aku tidak kecanduan pada kemaksiatan tapi kecanduan dengan ibadah, Ibrahim bin Adham mengatakan laksankan 5 perkara ini diantaranya, apabila ikam handak berbuat maksiat silahkan tapi cari tempat yang luput dari pandangan Allah. Kalau lah engkau sadar tidak ada pandangan yang luput dari Allah, pantaskah engkau untuk berbuat kemaksiatan.
Kata Habib Umar, Seakan akan kita menyaksikan Allah. Allah yang selalu melihat kita. Kata Sayyidina Ali, bahwasannya cepat atau lambat dunia akan meninggalkan kita. Kalau dunia tidak meninggalkan kita, kitalah yang akan meninggalkan dunia. Yang kita cari adalah akhirat, setiap dunia dan akhirat pasti ada anak anaknya. Jadilah kalian sebagai anak anak menginginkan akhirat.
Amun secara dzhohir kita mengahdapi manusia namun pada hakikatnya merasa dilihat/dipandang oleh Allah. Jadi merasa kada wani lagi handak bedusta atau menghibah orang lain.
Rukun agama ada 3;
Pertama, Islam ada 5; Syahadat, sholat, puasa, zakat, naik haji
Kedua, Iman 6; Beriman kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-kitab yang diturunkan, Nabi&Rasul, hari akhir, keputusan dan ketetapan Allah (qada dan qadar)
Ketiga, Ihsan 1; Engkau beribadah kepada Allah seakan-akan melihat Allah. Jika engkau tidak mampu untuk menerapkan seakan engkau melihat Allah maka merasa lah bahwa Allah yang melihat kita.
Kita harus ikhlas dalam berbuat hanya karena Allah baik secara dzohir atau batin. Apa itu ikhlas memfokuskan tujuan karena Allah. Bagi penuntut ilmu yang tujuannya karena Allah dan negri akhirat maka akan mendapatkan kemuliaan, namun apabila tujuannya selain daripada Allah dan negri akhirat dan ada kepentingan pribadi, maka dia tidak akan mencium bau surga dan dilemparkan keneraka. Ikhlas adalah ruh nya ibadah. Ibadah tidak ada nilainya disi Allah kalau tidak disertai dengan keikhlasan.
Minta rela... (App)
0 Komentar