Catatan Pengajian Ustadz H. Ilham Humaidi - Kamis, 05 Agustus 2021

 Berkata Guru Mulia Habib Umar bin Hafidz
Kemudia setengah akhlaq kita kepada Allah yang ke-7. Yaitu, memperbanyak dzikir mengingat Allah. Kemudian mensyukuri segala nikmat yang Allah berikan. Dan yakin akan janji-janji Allah dan segala pertolongan Allah

Dikatakan oleh Al Imam Ar Rozi, yang dimaksud dengan dzikir itu terbagi menjadi 2 yaitu:
1. Dzikir lisan, adalah segala lafadz yang menunjukan atas mensucikan Allah, memuji Allah dan meangagungkan Allah
2. Dzikir hati, adalah merenungi tentang dalil-dalil atas adanya Allah, baik dzat atau sifat dan segala dalil-dalil yang mana kita diperintahkan untuk mengerjakan berbagai macam perintah dan meninggalkan larangan sampai kita mengetahui tentang hukum-hukum suatu perbuatan dan kita mengetahui sirr daripada ataupun rahasia penciptaan dari Allah

Adapun dzikir dengan jawarih mengingat Allah dengan anggota batang tubuh bahwasannya, kita jadikan semua anggota tubuh ini jangan sampai berbuat kemaksiatan. Selalu berbuatan ketaatan kepada Allah.

Berbicara masalah dzikrullah kepada Allah Banyak hadist  yang dimana Rasul menceritakan dan menggambarkan orang-orang yang mulia diantaranya, hadist yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, dari Abu Hurairah Ra, bahwasannya Rasul bersabda menang adalah orang- orang yang memperbanyak mengingat Allah dari kalangan laki laki atau perempuan. Selama orang mengingat Allah maka Allah bersamanya

Kata Allah aku selalu bersama orang yang mengingatku. Diriwayatkan dari Imam Muslim,Tarmidzi, Ibnu Majah,Abu Hurairah mereka menyaksikan bahwa Rasulullah tidaklah suatu kelompok orang berkumpul mereka saling mengingat satu dengan yang lainnya kepada Allah. Melainkan Allah muliakan perkumpulan tersebut dikelilingi oleh para malaikat dan diliputi oleh kasih sayangnya Allah. Diturunkan atas mereka ketentraman Allah sebut setiap nama yang hadir disana

Pernah suatu hari sebagaimana hadist Imam Muslim, At Tirmidzi bahwasannya diriwayatkan dari Sayyidina Mu'awiyyah  Ra, Rasulullah keluar pernah menemukan para sahabat holaqoh (perkumpulan). Lalu beliau bertanya apa yang membuat kalian duduk ditempat ini (ada apa yang dipikirkan)? Kami duduk Ya Rasullullah tidak ada hal hal yang kami bicarakan sia-sia, namun kami duduk Pertama mengingat Allah, kedua kami duduk disini saling mengingatkan nikmat yang paling besar yaitu nikmat islam. Lalu Rasul mengatakan, tidak ada yang membuat kalian duduk saat ini kecuali hal demikian itu. Artinya kami tidak menghibah orang, membicarakan orang, membicarakan hal yang sia-sia. Tapi kami duduk disana mengingat Allah dan bersyukur kepada Allah. Lalu Rasul mengatakan, Demi Allah saya tidak curiga kepada kalian akan tetapi jibril datang kepadaku dan memberitahukan bahwasannya Allah membanggakan kalian dihadapan para malaikat-Nya.

Orang yang duduk didalam majelis dalam mengingat Allah, akan dibanggakan oleh Allah. Jangan sampai kita tidak ada dzikir dan wiridan

Maka dari itu diceritakan bahwasannya Al Imam Ibrahim bin Adham, ketika melihat seseorang yang berada dalam kumpul-kumpul, mereka bercerita masalah dunia. Lantas Imam Ibrahim bin Adham mengatakan, kepada orang yang membicarakan masalah dunia, beliau bertanya. Apakah perkataan yang kalian katakan ini bisa mendapatkan pahala dari Allah? Apakah mendapatkan pahala? Kalau tidak mendapatkan pahala kemudian kata beliau yang kalian lakukan tersebut bisa menjadikan dinding untuk tidak bisa disiksa di api neraka?tidak. Lalu Al Imam Ibrahim bin Adham mengatakan terus apa yang akan kalian banggakan, apa yang akan kalian manfaatakan dari sebuah perbuatan, perkataan, yang tidak menghasilkan pahala dan tidak menjadikan engkau dihindarkan dari siksa
Langsung dinasehati Imam Ibrahim perbanyaklah berdzikir mengingat Allah

Kata Syekh Abu Bakar bin Salim beliau lalui hari-harinya dengan berdzikir kepada Allah. Sama seperti Al Habib Abdullah bin Husein Thohir penyusun Qosidah Ya Arhamarrohimin, beliau membaca Laillahaillah dalam sehari 25.000 kali, Ya Allah Ya Allah 25.000 kali, Sholawat 25.000 kali. Belum lagi mengajar, menerima tamu, belum lagi mengabulkan hajat orang lain, belum lagi beliau membaca Al-Qur'an, sehingga beliau kurang waktu dalam 24 jam untuk beribadah. Beliau mengatakan demi Allah saya tidak mempunyai amal, seluruh usaha saya sia-sia. Orang orang dahulu suka menyembunyikan amal seperti menyembunyikan kemaksiatannya tidak pernah merasa dirinya hebat, tidak pernah merasa dirinya ahli dalam beribadah kepada Allah

Kadang-kadang kita kurang waktu dalam handphone, sehingga sehabis sholat tidak bewirid langsung handphone. Bahkan didalam majelis ilmu handphone, dalam khutbah handphone, menjadikan bukan lillah lagi

Kemuadian diceritakan lagi bahwasannya bagi perempuan yang mengeluh akan pekerjaannya dirumah. Cerita Sayyidina Ali dan Sayyidah Fatimah, Sayyidina Ali ketika masuk rumah dikejut kan bahwasannya istri ku Fatimah semua keadaannya mengingat Allah, berdzikir dengan kesibukan. Apakah Sayyidah Fatimah berdzikirnya dengan duduk?apakah sedang diatas sejadah dan duduk kearah kiblat? Tidak, tapi kata Sayyidina Ali bin Abi Thalib, semua keadaan itu mengingat Allah. Tangan kanan sedang memasak memutar membuat roti sambil mengingat kepada Allah. Sedangkan tangan kirinya sedang menyusui Sayyidina Husein. Namun lisannya selalu dipakai untuk berdzikir kepada Allah.  Sayyidina Ali mengatakan wahai putri kesayangan Rasulullah, tadi barusan aku melihat Rasulullah membagikan budak, alangkah baiknya engkau datang kepada ayahmu, meminta satu orang budak untuk membantu meringankan beban mu dirumah. Sayyidah Fatimah seorang yang taat kepada suami, medatangi kepada Rasul, walhasil ketika dikeheningan malam datanglah Rasul saat Sayyidina Ali dan Fatimah ingin tidur lalu Rasulullah duduk lah ditengah tengah mereka. Kata Rasulullah mau kah engkau aku berikan amalan yang lebih dari pembantu, maka bacalah Subhanallah 33 kali, Alhamdulillah 33 kali, Allahuakbar 34 kali. Kata Ulama Siapa yang membaca amalan tersebut maka ketika bangun tidur dalam keadaan semangat

Bagi perempuan yang namanya berdzikir kepada Allah tidak harus dalam keadaan suci. Walaupun dalam keadaan haid, Lillahllah dzikir, sholawat dzikir, istighfar dzikir. Apapun itu yang mengingatkan kepada Allah. Bahkan disebutkan dengan dzikir yaitu menghadirkan keagungan Allah dihati seorang hamba.

Allah mengatakan, Hamba ku ingatlah aku setelah sholat subuh walapun sebentar,dan setelah ashar setelah ashar. Maka akan aku berikan kecucukupan antar 2 waktu itu dari subuh sampai ashar

Bahkan tidak ada kerugian yang dirasakan oleh penghuni surga namun mereka masih merasakan, yang dimana memikirkan waktu yang melalui waktu waktu didunia tidak dipergunakan untuk mengingat kepada Allah. Bahkan setiap perkumpulan yang tidak ada mengingat Allah dan tidak ada sholawat kepada Rasulullah, melainkan perkumpulan semamcam itu akan menjadi sebuah kebinasaan kerugian kelak dihari kiamat. Maka dari itu kita ingatkan seluruh orang yang meayakini akan ada hari pembalasan setelah kehidupan didinia ini, akan ada kehidupan abadi setelah kematian. Ingat setiap perkumpulan yang kita hadiri tidak ada didalamnya mengingat Allah dan tidak ada sholawat kepada Nabi Muhammad. Maka perkumpulan yang semacam itu akan menjadi sebuah kebinasaan bagi seseorang yang ikut didalamnya dihari kiamat

Sayyidina Musa datang bermunjat kepada Allah, Ya Rabb beritahukan kepada ku siapa orang yang kau cintai, agar aku mencintainya? Maka dijawab Allah, Ya Musa jika engau melihat hambaku menyebut nama ku dan mengingatku. Maka ketahuilah aku yang mengizinkan lisannya untuk mengingatku dan aku mencintainya. Tapi jika engkau melihat hambaku tidak mau berdizikir baik hati dan lisannya aku yang tidak menginginkannya dan aku membencinya

Tidak ada yang paling indah melainkan mengingat Allah. Ingatlah Allah selalu, maka Allah akan mengingat kita 

Minta rela... (Rb)
 
-----

-Berkata guru mulia Al Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz dalam kitab beliauu dalam risalah yang beliau susun yaituu khuluquna akhlak kita. Kemudian setengah dari pada akhlak kita kepada Allah yaitu setengah dari pada akhlak kita kepada Allah yang ke 7 yaitu memperbanyak berdzikir mengingat kepada Allah swt dan mensyukuri segala nikmat yang Allah berikan dan yakin akan janji janji Allah swt dan segala pertolongan Allah swt.

-Dan kata habib Umar bin Hafidz banyak banyak mengingat Allah banyak banyak berdzikir kepada Allah yang dimaksud dengan dzikir itu terbagi menjadi dua yaitu
pertama zikrul lisan yang dimaksud dengan zikrul lisan adalah segala lafaz yang menunjukan atas mensyucikan Allah memuji Allah dan mengangungkan Allah adapun yang dimaksud dengan dzikir hati yaitu adalah yaitu merenungi tentang yaitu dalil dalil atas adanya Allah Swt baik adat ataupun sifat dan segala dalil yang mana disana kita diperintahkan untuk mengerjakan berbagai macam perintah dan meninggalkan larangan sampai kita mengetahui tentang hukum hukum suatu perbuatan dan kita mengetahui sir dari pada ataupun rahasia penciptaan Allah Swt.

-Adapun dzikir dengan Allah dengan anggota yaitu bahwasanya yaitu bahwa kita dijadikan semua anggota tubuh ini jangan sampai berbuat kemaksiatan selaluu berbuat ketaatan kepada Allah swt. Rasul bersabda menang orang yang munfaridun ini yang mengatakan menang adalah nabi Muhammad. Siapa mereka Al mufaridun siapa orang orang yang engkau sebut munfaridun Rasulullah kemudian mengatakan mereka adalah yaitu mereka orangg yang menang adalah orang yang memperbanyak memperingat Allah swt baik dari kalangan laki laki ataupun perempuan selama orang tersebut mengingat Allah maka Allah akan bersamanya. Aku akan selaluu bersama orang yang mana disana kata Allah  aku selaluu bersama orang yang selalu mengingatku aku selalu bersamanya kata Allah swt.

-Tidaklah suatu kelompok orang berkumpul mereka salingg mengingat satu dengan yang lainnya kepada Allah melainkan Allah swt akan memuliakan perkumpulan tersebut dikelilingi oleh para malaikat perkumpulan yang mengingat Allah yaitu diturunkan atas mereka ketentraman.

Minta rela... (Ld)
 
 

Posting Komentar

0 Komentar