Catatan Pengajian Guru KH. Muhammad Bakhiet - Sabtu, 18 September 2021

Dua Permintaan yang diminta oleh ahli surga yaitu :
1. Keridhoan Allah SWT.
2. Bisa melihat langsung Dzat Allah SWT yang Maha Suci dan Maha Mulia itu.

Keridhoan Allah itu adalah kedudukan tertinggi yang diraih oleh seorang hamba Allah SWT. Apabila kita mendapat kedudukan itu dan sudah diridhoi Allah, maka kita sudah menduduki kedudukan yang paling tinggi yang diberikan Allah SWT.

Doa agar menapat kedudukan itu :
“Allahumma Inni As Aluka Ridhaka Wal Jannah Wa A’uzubika Min Sakhathika Wannaar” ( Ya Allah, aku memohon daripada-Mu keredhaan-Mu dan syurga, dan aku memohon perlindungan daripada kemurkaan-Mu dan daripada azab api neraka). 
 
Ridho Allah adalah salah satu kedudukan yang pasti ingin ditempati oleh orang-orang yang beriman dan berakal sempurna.

Setiap hamba Allah yang beriman pasti akan mendapatkan keridhoan Allah SWT.

Tidak ada pangkat dan kedudukan yang lebih tinggi daripada kedudukan keridhoan Allah SWT.

Keridhoan Allah tidak bisa hanya dicapai melalui, banyak liku-liku yang harus kita lalui agar kita mendapat kedudukan keridhoan Allah itu.

Barang siapa yang ingin mendapat kedudukan keridhoan Allah, maka ada 9 tahap yang harus dilalui. 
 
Tahap pertama yang wajib dilalui bagi mereka yang ingin mendapat keridhoan Allah SWT yaitu taubat kepada Allah SWT. 
Taubat dari dosa dan kesalahan yang membuat murka Allah kepada kita. 
Harus taubat nasuha (taubat yang benar-benar taubat).
 
Orang-orang yang dipastikan mendapat keridhoan Allah itu adalah para sahabat Rasulullah.
 
Semua sahabat Rasulullah itu semuanya sudah mendapat pangkat keridhoan Allah. Makanya mereka disebut RadhiAllahu Anhu. Ini adalah pangkat yang paling tinggi bagi seorang manusia.
 
Tidak boleh selain daripada sahabat Rasulullah yang diberi pangkat RadhiAllahu Anhu.
 
RadhiAllahu Anhu ini khusus untuk sahabat Rasulullah, karena mereka itu orang yang sudah nyata diridhoi oleh Allah SWT.
 
Sebaik-baik orang yang punya kesalahan adalah orang yang taubat kepada Allah SWT.
 
Taubat nasuha itu adalah taubat yang diawali dengan muqaddimah.
Muqaddimah taubat ini harus kita ketahui dulu, baru ada taubat (pemulaan taubat).
 
Muqaddimah taubat yang pertama (permulaan taubat) adalah:
1.Mengingat kejahatan dosa. Dosa ditangan, mata, telinga, dan dimana-mana ada dosa. 
2. Mengingat beratnya azab Allah.
3. Mengingat lemahnya kita.
 
Tidak mudah orang taubat kepada Allah, kalo tidak tahu dirinya punya dosa dan dosa itu banyak kejahatan.
 
Orang yang mau taubat itu adalah orang yang merasa dirinya punya dosa dan dia sadar dosa ini banyak kejahatan dan efek negatifnya.
 
Karena banyaknya dosa didalam tubuh kita, maka taufik Allah terhalang oleh dosa sehingga kita malas sholat, malas tahajud, malas membaca Al-Qur'an, dan malas semua kebaikan.

Bahayanya dosa:
1. Terhalangnya taufik Allah datang kepada kita.
2. Terhalangnya rejeki halal yang baik, tapi rejeki yang haram lancar.
3. Dekat dengan neraka.
4. Kerasnya azab Allah.
 
Mempelajari masalah taubat ini hukumnya adalah fardhu ain bagi setiap muslim dan muslimah.

Dosa itu ada dua, ada dosa yang urusannya hanya dengan Allah dan dosa yang urusannya dengan Allah dan makhluk-Nya.
 
Contoh dosa yang hanya dengan Allah yaitu tidak sholat, tidak puasa.

Dosa yang hubungannya dengan Allah ada dua, yaitu dosa dengan Allah yang harus dibayar dan tidak harus dibayar (cukup dengan taubat).

-----
Terima kasih, semoga bermanfaat.
Mohon maaf apabila ada kesalahan dalam penulisan.
Minta rela... (Mmd)
 

Posting Komentar

0 Komentar