Catatan Pengajian Guru H. Muhammad Rasyid Ridha - Kamis, 09 September 2021

Asalnya makan itu tidak berpahala, karena sifatnya harus (makan atau tidak, tidak jadi masalah). Tapi setelah masuk kedalam yang namanya niat yang baik "Sengaja aku makan ini untuk menguatkan aku beramal ibadah kepada Allah", berarti makannya itu tadi bernilai pahala.
Tidur itu juga harus, tapi sewaktu setelah isya dia berniat "Sengaja aku tidur lebih awal supaya bisa bangun tengah malam nanti", maka tidurnya itu juga berpahala.

Seseorang yang berilmu agama itu tidak lepas dari pahala yang diberikan oleh Allah SWT. dan dia tidak mau mengerjakan kemaksiatan.
Mengapa tidak mau mengerjakan kemaksiatan? Kata dia, karena Allah telah memberikan umur bukan untuk kita berbuat maksiat kepada Allah SWT. 

Kita dijadikan hidup dan diberikan umur untuk kita mendekat dan mengenal dengan Allah SWT.

Kita hidup didunia ini harus mengenal dengan Allah dan kita meyakini bahwasanya sifat wujud Allah itu ada. 

Apabila kita hidup didunia ini berilmu agama, pekerjaan-pekerjaan yang harus itu menjadi nilai pahala, disitulah pentingnya niat. 

Niatnya kita orang beriman ini lebih baik daripada amal. Karena amal ini bisa jadi ada riya dan sombongnya. 

Iblis, setan dan hawa nafsu itu tidak diam. Semakin kita mendekat dengan Allah, semakin iblis dan syaitan itu menggoda kita. 

Mudahan kita mati dalam keadaan niat menuntut ilmu agama. 
Kalau orang mati dalam keadaan menuntut ilmu, maka mati syahid orang itu. 

Jangan sampai kita pergi ke pengajian itu, lalu setelah pulang tidak mempunyai nilai dan tidak ada yang didapat. 

Kalo kita berilmu agama pokoknya sampai mati kita tetap menuntut ilmu agama. Bagaimana pun, kita tidak boleh berhenti untuk menuntut ilmu agama. 

Duduknya kita saat ini (di pengajian) tidak bisa dinilai oleh dunia. 

Untuk perempuan-perempuan yang masih mempunyai suami, jangan sering mengeluh kepada suami apalagi mengeluh dengan orang lain, tidak ada artinya. 

Rejeki itu selalu cukup, coba rasakan rejeki yang sedikit itu dibuat supaya menjadi berkah.

Jangan pernah merasa dihati itu tidak cukup. 

Orang sakit itu beberapa nikmat diangkat dari dalam dirinya, yaitu:
1. Cahaya diwajah (Wajah jadi pucat). 
2. Selera makan (Selera makan hilang). 
3. Tubuh kuat menjadi lemah. 
4. Dosa diangkat oleh Allah.

Sehat itu rahmat, karena bisa beramal ibadah. Sakit itu juga rahmat, karena dosa diampuni Allah. Jadi, kalau sehat dan dosa itu rahmat, berarti hidup ini tidak ada bala. Kalau kita sudah meyakini bala itu tidak ada, berarti hidup kita ini sudah nyaman. 

Apabila Allah mentakdirkan orang itu mempunyai umur yang panjang, maka Allah akan mengembalikan yaitu:
1. Selera makan (Selera makan menjadi terbuka). 
2. Cahaya wajah kembali. 
3. Tubuh kembali jadi kuat. 
Tapi dosa tidak dikembalikan oleh Allah. 
Jadi, kurang baik apalagi Allah dengan kita. 

Terima kasih, semoga bermanfaat.
Minta rela... (Kky) 

Posting Komentar

0 Komentar